LINEOpen

LINE
Enjoy Timeline even more in the app.

Global Navigation

Akan tetapi, mencegah kemungkaran dengan tangan menjadi tidak tepat jika dilakukan oleh setiap orang dalam setiap kemungkaran. Hal tersebut bisa berdampak kerusakan dan bahaya yang besar.

Semestinya, kewenangan untuk mengubah/mencegah kemungkaran dengan tangan itu ada pada pemerintah atau wakilnya yang ditunjuk langsung sebagai penegak amar ma’ruf nahi mungkar.

Bisa jadi, kewenangan itu ada dalam wilayah setiap orang. Seperti di dalam rumah, setiap kepala keluarga mencegah kemungkaran yang dilakukan anak, istri, atau pembantunya. Jadi, setiap orang memiliki wilayah kewenangan mencegah kemungkaran dengan tangan, dengan cara-cara yang bijak dan disyariatkan.

Syaikhul Islam rahimahullah berkata, “Tidak dibolehkan bagi siapa pun untuk menghilangkan kemungkaran dengan sesuatu yang justru lebih mungkar. Seperti, seseorang yang berkeinginan untuk memotong tangan pencuri, mencambuk peminum arak, atau menegakkan hukuman-hukuman lainnya. Kalau sampai dia melakukannya, tentu akan menyebabkan pertumpahan darah dan berbagai kerusakan. Karena setiap orang akan berusaha melayangkan pukulan kepada yang lainnya dan mengklaim orang lain lebih berhak mendapatkan (hukuman). Hal ini seharusnya dikembalikan pada kewenangan pemerintah.” (Mukhtashar Fatawa Mishriyyah)

© Tingkatan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar - BERDAKWAH
Sumber: http://news.berdakwah.net/2018/01/tingkatan-amar-maruf-nahi-mungkar.html

  • 21 likes
  • 2 shares

Log in to write a comment

  • 21 likes
  • 2 shares

loading...

close

Tell us why you are sending us this report.

Reporting a chat or post will send the relevant user's info along with your 10 most recent chat messages with them or the post in question.

close